DIKSI DAN PILIHAN KATA

DIKSI ATAU PILIHAN KATA


·       DEFINISI KOSA KATA
Kosakata merupakan salah satu aspek bahasa yang sangat penting keberadaannya. Dalam kamus besar bahasa indonesia (Dekdikbut, 1996: 527), Kosakata diartikan sebagai, “perbendaharaan kata”.
Berikut ini pendapat beberapa ahli mengenai makna dari kosakata:
Kosakata adalah:
 (1) komponen bahasa yang memuat secara informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa;
(2) kekayaan kata yang dimiliki seorang pembicara, penulis atau suatu bahasa; dan
(3) daftar kata yang disusun seperti kamus, tetapi dengan penjelasan yang singkat dan praktis.

·       B. JENIS KATA DALAM BAHASA INDONESIA
Pengenalan jenis kata adalah pengetahuan dasar dalam komunikasi verbal dan non verbal. Oleh karena itu mengenal jenis kata merupakan hal yang sangat penting.
KATA BENDA
Kata benda adalah kata yang menunjuk pada benda baik yang konkret maupun abstrak. Kata benda atau biasa dikenal juga dengan sebutan nomina berfungsi sebagai objek, subjek, pelengkap dan keterangan dalam sebuah kalimat. Beberapa contoh kata benda adalah sebagai berikut:
1.    Erudisi
2.   Website
3.   Rumah
4.   Penulis
KATA KERJA
Jenis kata selanjutnya adalah kata kerja. Kata kerja adalah kata yang menyatakan perbuatan atau tindakan, proses atau keadaan yang bukan merupakan kata sifat. Kata kerja atau verbaberfungsi sebagai predikat dalam sebuah kalimat.
Contoh kata kerja adalah sebagai berikut:
1.    Menulis
2.   Membayar
3.   Bertanya
4.   Berdiskusi
KATA SIFAT
Jenis kata yang ketiga adalah kata sifat. Kata sifat adalah kata yang menerangkan sifat dari benda (orang, binatang, atau benda lainnya). Kata sifat atau adjektiva berfungsi sebagai berfungsi sebagai predikat, objek, dan penjelas subjek dalam kalimat.
Contoh kata sifat adalah sebagai berikut:
1.    Senang
2.   Panas
3.   Tinggi
4.   Enak
KATA KETERANGAN
Jenis kata selanjutnya adalah kata keterangan. Kata keterangan adalah kata yang menerangkan kondisi dari sebuah benda. Kata keterangan atau adverbia berfungsi sebagai pelengkap objek, subjek dan predikat dalam sebuah kalimat.
Contoh kata keterangan adalah sebagai berikut:
1.    Paling
2.   Lebih
3.   Kurang
4.   Agak
KATA GANTI
Jenis kata selanjutnya adalah kata ganti. Kata ganti adalah kata yang digunakan untuk mengganti kata benda. Kata ganti atau pronomina bisa berfungsi sebagai objek, subjek, atau keterangan dalam kalimat.
Contoh kata ganti adalah sebagai berikut:
1.    Ini
2.   Itu
3.   Sana
4.   Sini
KATA PENGHUBUNG
Jenis kata selanjutnya adalah kata penghubung. Kata penghubung adalah kata yang menghubungkan dua kata dalam satu kalimat. Fungsi kata penghubung atau kongjungsidalam kalimat adalah sebagai pelengkap predikat atau keterangan atau menghubungkan antara induk kalimat dengan anak kalimat dalam kalimat majemuk.
Contoh kata penghubung adalah sebagai berikut:
1.    Misalnya
2.   Supaya
3.   Sedangkan
4.   Karena
KATA DEPAN
Kata depan adalah kata yang berada di depan sebuah kata benda, kata sifat, atau kata kerja. Kata depan atau preposisi berfungsi sebagai pelengkap dari fungsi objek, subjek atau keterangan tergantung dari kata dasar yang diikutinya.
Contoh kata depan adalah sebagai berikut:
1.    Di
2.   Ke
3.   Dari
4.   Bagi
·       C. KATA SERAPAN
Kata serapan dalam bahasa Indonesia adalah kata yang berasal dari bahasa lain (bahasa daerah/bahasa luar negeri) yang kemudian ejaan, ucapan, dan tulisannya disesuaikan dengan penuturan masyarakat Indonesia untuk memperkaya kosa kata. Setiap masyarakat bahasa memiliki tentang cara yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan atau untuk menyebutkan atau mengacu ke benda-benda di sekitarnya. Hingga pada suatu titik waktu, kata-kata yang dihasilkan melalui kesepakatan masyarakat itu sendiri umumnya mencukupi keperluan itu, namun manakala terjadi hubungan dengan masyarakat bahasa lain, sangat mungkin muncul gagasan, konsep, atau barang baru yang datang dari luar budaya masyarakat itu.
                                                                   
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang terbuka. Maksudnya ialah bahwa bahasa ini banyak menyerap kata-kata dari bahasa lainnya.
Asal Bahasa
Jumlah Kata
Arab
1.495 kata
Belanda
3.280 kata
Tionghoa
290 kata
Hindi
7 kata
Inggris
1.610 kata
Parsi
63 kata
Portugis
131 kata
Sanskerta-Jawa Kuna
677 kata
Tamil
83 kata
·       D. KATA PINJAMAN
Kata Pinjaman adalah kata yang dipinjam dari bahasa lain dan kemudian disesuaikan dengan kaidah bahasa sendiri.
·       E. IMBUHAN DALAM BAHASA SERAPAN
Imbuhan serapan merupakan serapan dari bahasa asing pada umumnya berfungsi sebagai kata benda dan kata sifat. Makan umum yaitu untuk menandai kata sifat. imbuhan serapan sering kali berasal dari bahasa asing misalnya : berasal dari bahasa Inggris, Belanda,Jerman, Perancis dan Arab
Imbuhan serapan mempunyai sifat atau ciri misalnya : ilegal, universal atau sportif, aktif, dan egois. Sebaliknya, -isme mengandung makna paham, misalnya nasioalisme, komunisme dsb.
Kata serapan itu masuk kedalam bahasa Indonesia dengan empat cara yaitu :
 Cara adopsi : terjadi apabila pemakai bahasa mengambil bentuk makna kata asing itu secara / keseluruhan . contoh: super market, palaza, mall.
 Cara adaptasi : terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil makna asing itu, sedangakan ejaan atau cara penulisanya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia.
Contoh: 
• pluralization  =  pluralisasi
• acceprability  =  akseptabilitas
• maximal         =  maksimal
• cadea              =  kado
 Cara penerjemah : terjadi apabila pemakai bahasa mengambil konsep yang terkandung dalam bahasa asing itu, kemudian kata tersebut diberi padanan dalam bahasa Indonesia.
Contoh : – overlap= tumpah tindih, – acceleration= percepatan , -pilot project= proyek rintisan, – try out= uji coba.
  Cara kreasi : terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil konsep dasar yang ada dalam bahasa sumbernya, kemudian carikan padanannya dalam bahasa Indonesia.
Contoh: – effektive= berhasil guna , – spare part= suku cadang .
Penulisan serapan asing atau partikel asing atau imbuhan asing.
Penulisan kata serapan berbeda dengan penulisan kata selain kata serapan, penulisan kata serapan ialah dengan cara digabung dengan kata dasarnya .
Contoh  : -antar = antarnegara, – pasca = pascagempa , – tuna = tunarungu.
Pengecualian dalam kata serapan : dalam imbuhan serapan yang tidak boleh digabung dengan kata dasar ialah “ NON”. Kata non dalam imbuhan serapan harus ditulis dengan tanda strip ( – ) .
Contoh : non-islam.
Salah satu caranya adalah dengan mempercepat pengesahan RUU anti pornografi dan antiporno aksi merupakan kata jadian dengan prefiks serapan ‘anti’. ‘Anti’ merupakan prefiks serapan dengan makna ‘melawan’, mementang’, ‘memusuhi’. 
Selain anti, bahasa Indonesia juga menyerap prefiks-prefiks asinga untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia , seperti tampak pada uraian berikut :
Prefiks ‘a’ berfungsi menindakan kata dasarnya contoh : assosial dan amoral
Prefiks ‘pra’ berfungsi menyatakan ‘ sebelum atau di muka’ sesuatu yang disebut    
     dalam dasar contoh: prasangka dan prakarya
Prefiks ‘pasca ‘ menyatkan ‘sesudah’ contoh : pasca gempa dan pasca sarjana
Prefiks ‘swa’ menyatakan , ‘sendiri’ contoh : swasembada dan swakarya
Prefik ‘serba’ menyatakan semua atau segala-galanya contoh : serbabaru dan serbaguna
F. HUBUNGAN ANTAR MAKNA
Hubungan antar makna : bentuk makna yang mengalami relasi atau hubungan antar makna yang satu dengan makna lainnya.
Sinonim
bentuk hubungan makna dua kata atau lebih yang memiliki kesamaan atau kemiripanmakna.misal : umur-usia, tampan-ganteng, cantik-jelita.
Antonim
Bentuk hubungan makna dua kata atau lebih yang belawanan maknanya.
 Macam-macam   antonim :
·       Antonim majemuk :  pintu-jendela,emas-perak.
·       Antonim hierarki /tingkatan: Jenderal-Kapten,Presiden-Menteri,kilogram-gram.
·       Antonym relasional : bapak-anak,guru-siswa,suami-istri.
·       Antonim gradual : tinggi-rendah, baik-buruk, panjang-pendek.
·       Antonim  kembar: putra-putri,dewa-dewi,saudara-saudari.
·       Antonim mutlak : besar-kecil, atas-bawah,siang-malam,hidup-mati.
Homonim
Bentuk hubungan makna dua kata atau lebih yang memiliki tulisan,lafal sama, makna berbeda. Misal : genting (atap rumah dan gawat), bisa(racun ular dan dapat), paku (nama pohondan alat yang digunakan untuk membuat mebel)
Homofon
Bentuk hubungan makna dua kata atau lebih yang memiliki makna, tulisan yang berbeda , lafal sama. Misal : bang-bank (penyimpanan uang dan sebutan untuk laki-laki), masa-massa.
Homograf
Bentuk hubungan makna dua kata atau lebih yang memiliki makna, lafal berbeda, tulisan sama .  misal : apel (buah dan upacara), seri (gembira dan imbang).
Polisemi
Bentuk hubungan makna dua kata atau lebih yang memiliki makna ganda atau banyak arti, namun masih terdapat hubungan kesamaan. Misal air hangat(panas), masalah hangat (baru), kembali menghangat(tegang).
Hipernim
Bentuk hubungan makna yang cakupan katanya lebih luas dari beberapa kata lainnya. Misal :bacaan (buku,Koran,majalah ; hewan (kucing,kuda,kelinci).
Hiponim
Bentuk hubungan makna yang tingkatan katanya lebih sempit dibawah kata yang luas. Misal : melati,mawar,dahlia(bunga) ; kuda,kucing,kelinci(hewan).


SUMBER :



Comments

Popular Posts